Senin, 06 Oktober 2014

MAKALAH ANTROPOLOGI PENGENALAN LOGAT PEJANGGIK SASAK

BAB I
PENDAHULUAN
1.PENGERTIAN STUDI ETNOGRAFI
            Etnografi (Yunani ἔθνος ethnos = rakyat dan γραφία graphia = tulisan) adalah strategi penelitian ilmiah yang sering digunakan dalam ilmu sosial, terutama dalam antropologi dan beberapa cabang sosiologi[1], juga dikenal sebagai bagian dari ilmu sejarah yang mempelajari masyarakat, kelompok etnis dan formasi etnis lainnya, etnogenesis, komposisi, perpindahan tempat tinggal, karakteristik kesejahteraan sosial, juga budaya material dan spiritual mereka .
a.      Pengertian  Bahasa
  Bahasa merupakan Bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran(menurut Wibowo)
b.       Pengertian Logat  
  Logat merupakan  cara mengucapkan kata (aksen) atau lekuk lidah yang khas, yang dimiliki oleh masing-masing orang sesuai dengan asal daerah ataupun suku bangsa. Logat dapat mengidentifikasi lokasi dimana pembicara berada, status sosial-ekonomi, dan lain lainnya.
Dan disini ada suatu logat yang dimana logat tersebut berkembang di  wilayah lombok tengah di sekitar daerah praya timur,logat penjanggik merupakan logat yang berkembang di wilayah pejanggik praya timur.

LATAR BELAKANG
Ø  Beberapa hal yang menarik dari bahasa penjanggik adalah penggunaannya yang unik seperti halnya bahasa penjanggik memiliki perbedaan dari segi pengucapan contohnya Ngeno-Ngene dsb.
Ø  Disisi lain pengucapan bahasa pejanggik juga mudah dipelajari oleh kalangan atau orang baru yang menetap disana.
Ø  Bahasa ini juga mementingkan tentang kesopanan berbicara,seperti halnya berbeda cara berbicara yang ditujukan kepada orang yang lebih tua,disini mementingkan kesopanan dalam berbicara dengan orang yang lebih tua.

RUMUSAN MASALAH
1.      Beberapa faktor yang menyebebabkan bahasa atau loga pejanggik terdengar asing dan jarang digunakan lagi di masyarakat
2.      Apa saja keunikan-keunikan logat pejanggik
3.      Bagaimana cara penggunaan logat penjanggik
4.      Bagaimanakah perkembangan sejarah tentang logat penjanggik

TUJUAN PENELITIAN
Ø  Untuk mengetahui sejarah asal mula tentang logat pejanggik
Ø  Mengetahui keunikan logat pejanggik
Ø  Mengetahui penggunaan dan pengucapan logat pejanggik.
BAB II
PEMBAHASAN
1.      Sejarah lahirnya logat Pejanggik
            Asal mula nenek moyang orang penjanggik adalah dari jawa,maka dari itu tak mengherankan jika ada kata kata serapan bahasa yang dijadikan sebagai bahasa pejanggik.
Bahasa penjanggik dibawa oleh nenek moyang yang berasal dari jawa,konon ceritanya logat ini dikembangkan oleh petuah yang bernama Abdurrahman syahid,tidak hanya itu saja tetapi banyak juga masyarakat yang berasal dari penjanggik yang mensosialisasikan bahasa ini ke masyarakat. Disisi lain percampuran antara logat penjanggik dengan logat jawa yang bisa kita sebut akulturasi dialek atau logat. Akulturasi dialek atau logat yaitu percampuran dua logat yang mana dapat menghasilkan logat atau kata kata baru,misalnya Apo didalam logat penjanggik  yang artinya Apa dalam bahasa indonesia,disini terjadi akulturasi logat antara logat praya dengan bahasa jawa,dalam bahasa jawa berarti opo(apa),dan dalam bahasa praya(ape),menghasilkan Apo didalam bahasa penjanggik.

     2.Cara Penggunaan Logat Pejanggik
            Beberapa hal yang menarik dari bahasa penjanggik adalah penggunaannya,cara penggunaan bahasa penjanggik yaitu Penambahan konsonan bunyi O pada ahir kata apabila kata tersebut berahiran konsonan bunyi A.
Seperti contohnya  1.Praya : Prayo yang artinya Praya atau Praye
                                   2.Nangka:Nangko Yang berarti Nangka atau Nangke
                      3.Apa:Apo Yang berarti Apa atau Ape
                      4.Mata :Mato Yang berarti Mata atau mate dsb.
      3.keunikan logat pejanggik

            Seperti yang kita ketahui daerah pejanggik terbagi atas 10 wilayah atau dusun
1.      Jeru buwuh
2.      Batu bangka
3.      Nyampe
4.      Gaung
5.      Ular nage
6.      Rantik
7.      Ongkor
8.      Kompong
9.      Toro
10.  Seriwa

Beberapa hal yang unik dari logat pejanggik adalah penggnaannya yang berbeda pada dusun yang berbeda,seperti halnya :
Pada masyarakat yang bertempat tinggal di dusun jero duwuh,batu Bangka, nyampe,gaung dan ular naga masih kental dengan logat pejanggik dalam kesehariannya,para orang tua biasanya menggunakan bahasa ini sebagai bahasa pejanggik.
            Di dusun rantik desa pejanggik uniknya disini,apa bila orang yang lebih kecil dipanggil kakak,selain itu juga di dusun toro dan serewa desa pejanggik,masyarakat disan banyak menggunakan bahasa pejanggik tetapi yang lebih unik adalah penambahan konsonan bunyi L apabila terdapat huruf N diakhir kata,seperti contohnya:
            1.Sabun :Sabul
              2 langan :langal (yang berarti jalan dalam bahasa indonesia)
              3 Banten: Bantel(yang berarti pohon banten dalam bahsa indonesia) dsb.

Sedangkan  dusun ongkor dan kampong sudah tidak lagi menggunak bahasa pejanggik disebabkan letaknya yang dekat dengan jalan raya sehingga menimbulkan logat pejanggik itu sendiri menjadi hilang,di daerah ini,masyarakaatnya lebih banyak menggunakan bahasa praya sebagai bahasa komunikasi.
Tetapi pada saat tertentu seperti halnya acara pernikahan atau biasa kita sebut dengan begawe dalam bahasa sasak,kebanyakan orang menggunakan bahasa pejanggik sebagai alat komunikasi terutama orang tua atau petuah disana.

5.      Beberapa faktor yang menyebebabkan bahasa atau logat pejanggik terdengar asing dan jarang digunakan lagi di masyarakat.

v  faktor pelestarian bahasa penjanggik
penggunaan bahasa pejanggik yang sudah jarang digunakan lagi sangat erat kaitannya dengan hal ini.faktor penggunaan dan pelestarian logat pejanggik  yang sangat minim, mengakibatkan logat ini terdengar asing di masyarakat.beberapa hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat penjanggik adalah dengan cara menyampaikan secara lisan kepada generasi muda secara turun temurun yang bisa kita sebut dengan wewaran dsb,agar generasi muda dapat mengetahui tentang logat mereka sendiri.
v  Faktor sosial
Keadaan masyarakat pejanggik yang tidak menggunakan bahasa pejanggik sebagai bahasa pemersatu bisa menimbulkan kepunahan pada logat pejanggik,kebanyakan masyarakat pejanggik yang menuntut ilmu diluar daerah pejanggik tidak menggunakan bahasanya sendiri terhadap rekan sekampung,padahal hal ini sangatlah penting sekali.kebanyakan orang pejanggik yang pergi mondok kedaerah lain seperti praya misalnya,menggunakan bahasa praya sebagai bahasanya apabila berkomunikasi dengan teman di daerah pejanggik.
v  Faktor keterpengaruhan dari luar
Kebanyakan masyarakat pejanggik yang tinggal di dekat jalan raya cepat sekali mendapat pengaruh bahasa dari luar,diakibatkan gengsi karena sering mendapat olokan menyebabkan masyarakat pejanggik  malu untuk berkomunikasi dengan logatnya,sehingga banyak orang yang tinggal di daerah sana menggunaknan bahasa karena cepat terpengaruh.
BAB III
PENUTUP
1.Kesimpulan
            Dari hasil wawancara dapat kita peroleh beberapa hasil,
logat pejanggik merupakan logat yang berkembang diwilayah Lombok tengah,yang mana logat ini dikembangkan oleh masyarakat pejanggik itu sendiri yang konon ceritanya bahwa asal nenek moyang bahasa pejanggik berasal dari jawa,sehingga terjadi akulturasi dialek yang menghasilkan logat pejanggik.
Keunikan bahasa pejanggik bisa kita saksikan dari segi pengucapan dan pengguanaanya.
Logat pejanggik memudar diakibatkan oleh beberapa faktor inti yaitu: faktor pelestarian,faktor sosial dan faktor keterpengaruhan dari luar

2.Saran
Sebagai seorang warga Negara yang cinta tanah air,seharusnya mengetahui bahasa yang berkembang di wilayahnya sendiri dan mengembangkannya dan mengaplikasikan kedalam kehidupan sehari hari,sebelum kita mengenal bahasa atau dialek orang lain.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar