BAB
I
PENDAHULUAN
1.PENGERTIAN
STUDI ETNOGRAFI
Etnografi (Yunani ἔθνος ethnos = rakyat dan γραφία graphia = tulisan) adalah strategi penelitian ilmiah yang
sering digunakan dalam ilmu sosial, terutama dalam antropologi
dan beberapa cabang sosiologi[1],
juga dikenal sebagai bagian dari ilmu sejarah yang mempelajari masyarakat,
kelompok etnis dan formasi etnis lainnya, etnogenesis, komposisi,
perpindahan tempat tinggal, karakteristik kesejahteraan sosial, juga budaya
material dan spiritual mereka .
a.
Pengertian Bahasa
Bahasa merupakan Bahasa
adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh
alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat
berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan
pikiran(menurut Wibowo)
b. Pengertian Logat
Logat merupakan cara mengucapkan kata (aksen) atau lekuk lidah
yang khas, yang dimiliki oleh masing-masing orang sesuai dengan asal
daerah ataupun suku bangsa. Logat dapat mengidentifikasi
lokasi dimana pembicara berada, status sosial-ekonomi,
dan lain lainnya.
Dan disini ada suatu logat yang dimana logat tersebut
berkembang di wilayah lombok tengah di
sekitar daerah praya timur,logat penjanggik merupakan logat yang berkembang di
wilayah pejanggik praya timur.
LATAR BELAKANG
Ø Beberapa hal yang menarik
dari bahasa penjanggik adalah penggunaannya yang unik seperti halnya bahasa
penjanggik memiliki perbedaan dari segi pengucapan contohnya Ngeno-Ngene dsb.
Ø Disisi lain pengucapan bahasa
pejanggik juga mudah dipelajari oleh kalangan atau orang baru yang menetap
disana.
Ø Bahasa ini juga mementingkan
tentang kesopanan berbicara,seperti halnya berbeda cara berbicara yang
ditujukan kepada orang yang lebih tua,disini mementingkan kesopanan dalam
berbicara dengan orang yang lebih tua.
RUMUSAN MASALAH
1. Beberapa faktor yang menyebebabkan
bahasa atau loga pejanggik terdengar asing dan jarang digunakan lagi di
masyarakat
2. Apa saja
keunikan-keunikan logat pejanggik
3. Bagaimana cara penggunaan
logat penjanggik
4. Bagaimanakah perkembangan
sejarah tentang logat penjanggik
TUJUAN PENELITIAN
Ø Untuk mengetahui sejarah asal
mula tentang logat pejanggik
Ø Mengetahui keunikan logat
pejanggik
Ø Mengetahui penggunaan
dan pengucapan logat pejanggik.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Sejarah lahirnya logat Pejanggik
Asal mula nenek moyang orang
penjanggik adalah dari jawa,maka dari itu tak mengherankan jika ada kata kata
serapan bahasa yang dijadikan sebagai bahasa pejanggik.
Bahasa
penjanggik dibawa oleh nenek moyang yang berasal dari jawa,konon ceritanya logat
ini dikembangkan oleh petuah yang bernama Abdurrahman syahid,tidak hanya itu
saja tetapi banyak juga masyarakat yang berasal dari penjanggik yang
mensosialisasikan bahasa ini ke masyarakat. Disisi lain percampuran antara
logat penjanggik dengan logat jawa yang bisa kita sebut akulturasi dialek atau
logat. Akulturasi dialek atau logat yaitu percampuran dua logat yang mana dapat
menghasilkan logat atau kata kata baru,misalnya Apo didalam logat
penjanggik yang artinya Apa dalam bahasa
indonesia,disini terjadi akulturasi logat antara logat praya dengan bahasa
jawa,dalam bahasa jawa berarti opo(apa),dan dalam bahasa
praya(ape),menghasilkan Apo didalam bahasa penjanggik.
2.Cara Penggunaan Logat Pejanggik
Beberapa hal yang menarik dari
bahasa penjanggik adalah penggunaannya,cara penggunaan bahasa penjanggik yaitu
Penambahan konsonan bunyi O pada ahir kata apabila kata tersebut berahiran
konsonan bunyi A.
Seperti
contohnya 1.Praya : Prayo yang artinya
Praya atau Praye
2.Nangka:Nangko
Yang berarti Nangka atau Nangke
3.Apa:Apo Yang berarti
Apa atau Ape
4.Mata :Mato Yang berarti
Mata atau mate dsb.
3.keunikan logat pejanggik
Seperti yang kita ketahui daerah
pejanggik terbagi atas 10 wilayah atau dusun
1. Jeru buwuh
2. Batu bangka
3. Nyampe
4. Gaung
5. Ular nage
6. Rantik
7. Ongkor
8. Kompong
9. Toro
10. Seriwa
Beberapa hal
yang unik dari logat pejanggik adalah penggnaannya yang berbeda pada dusun yang
berbeda,seperti halnya :
Pada masyarakat yang bertempat tinggal di dusun
jero duwuh,batu Bangka, nyampe,gaung dan ular naga masih kental dengan logat
pejanggik dalam kesehariannya,para orang tua biasanya menggunakan bahasa ini
sebagai bahasa pejanggik.
Di
dusun rantik desa pejanggik uniknya disini,apa bila orang yang lebih kecil
dipanggil kakak,selain itu juga di dusun toro dan serewa desa
pejanggik,masyarakat disan banyak menggunakan bahasa pejanggik tetapi yang
lebih unik adalah penambahan konsonan bunyi L apabila terdapat huruf N diakhir
kata,seperti contohnya:
1.Sabun
:Sabul
2 langan :langal (yang berarti jalan dalam bahasa indonesia)
3 Banten: Bantel(yang berarti pohon banten dalam bahsa indonesia) dsb.
Sedangkan dusun ongkor dan kampong sudah tidak lagi
menggunak bahasa pejanggik disebabkan letaknya yang dekat dengan jalan raya
sehingga menimbulkan logat pejanggik itu sendiri menjadi hilang,di daerah
ini,masyarakaatnya lebih banyak menggunakan bahasa praya sebagai bahasa
komunikasi.
Tetapi pada
saat tertentu seperti halnya acara pernikahan atau biasa kita sebut dengan
begawe dalam bahasa sasak,kebanyakan orang menggunakan bahasa pejanggik sebagai
alat komunikasi terutama orang tua atau petuah disana.
5. Beberapa faktor yang
menyebebabkan bahasa atau logat pejanggik terdengar asing dan jarang digunakan lagi di
masyarakat.
v faktor
pelestarian bahasa penjanggik
penggunaan bahasa pejanggik yang
sudah jarang digunakan lagi sangat erat kaitannya dengan hal ini.faktor
penggunaan dan pelestarian logat pejanggik yang sangat minim, mengakibatkan logat ini
terdengar asing di masyarakat.beberapa hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat
penjanggik adalah dengan cara menyampaikan secara lisan kepada generasi muda
secara turun temurun yang bisa kita sebut dengan wewaran dsb,agar generasi muda
dapat mengetahui tentang logat mereka sendiri.
v Faktor sosial
Keadaan masyarakat pejanggik yang
tidak menggunakan bahasa pejanggik sebagai bahasa pemersatu bisa menimbulkan
kepunahan pada logat pejanggik,kebanyakan masyarakat pejanggik yang menuntut
ilmu diluar daerah pejanggik tidak menggunakan bahasanya sendiri terhadap rekan
sekampung,padahal hal ini sangatlah penting sekali.kebanyakan orang pejanggik
yang pergi mondok kedaerah lain seperti praya misalnya,menggunakan bahasa praya
sebagai bahasanya apabila berkomunikasi dengan teman di daerah pejanggik.
v Faktor
keterpengaruhan dari luar
Kebanyakan masyarakat pejanggik yang
tinggal di dekat jalan raya cepat sekali mendapat pengaruh bahasa dari
luar,diakibatkan gengsi karena sering mendapat olokan menyebabkan masyarakat
pejanggik malu untuk berkomunikasi
dengan logatnya,sehingga banyak orang yang tinggal di daerah sana menggunaknan
bahasa karena cepat terpengaruh.
BAB III
PENUTUP
1.Kesimpulan
Dari hasil wawancara dapat kita
peroleh beberapa hasil,
logat pejanggik merupakan logat yang berkembang
diwilayah Lombok tengah,yang mana logat ini dikembangkan oleh masyarakat
pejanggik itu sendiri yang konon ceritanya bahwa asal nenek moyang bahasa
pejanggik berasal dari jawa,sehingga terjadi akulturasi dialek yang
menghasilkan logat pejanggik.
Keunikan bahasa pejanggik bisa kita saksikan dari segi
pengucapan dan pengguanaanya.
Logat pejanggik memudar diakibatkan oleh beberapa
faktor inti yaitu: faktor pelestarian,faktor sosial dan faktor keterpengaruhan
dari luar
2.Saran
Sebagai
seorang warga Negara yang cinta tanah air,seharusnya mengetahui bahasa yang
berkembang di wilayahnya sendiri dan mengembangkannya dan mengaplikasikan
kedalam kehidupan sehari hari,sebelum kita mengenal bahasa atau dialek orang
lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar